Posted by: abuubaidah on: Desember 24, 2007
Sabtu, 11 Juni 2005 07:25:06 WIB
UCAPAN SELAMAT NATAL
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. Dan bagaimana kita menjawab orang yang mengucapkan natal kepada kita? Apakah boleh mendatangi tempat-tempat yang menyelenggarakan perayaan ini? Apakah seseorang berdosa jika melakukan salah satu hal tadi tanpa disengaja? Baik itu sekedar basa-basi atau karena malu atau karena terpaksa atau karena hal lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka dalam hal ini?
Jawaban
“Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir dengan ucapan selamat natal atau ucapan-ucapan lainnya yang berkaitan dengan perayaan agama mereka hukumnya haram, hukum ini telah disepakati. Sebagaimana kutipan dari Ibnul Qayyim dalam bukunya Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, yang mana beliau menyebutkan, Adapun ucapan selamat terhadap simbol-simbol kekufuran secara khusus, disepakati hukumnya haram. misalnya, mengucapkan selamat atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan, ‘Hari yang diberkahi bagimu’ atau ‘Selamat merayakan hari raya ini’ dan sebagainya. Yang demikian ini, kendati si pengucapnya terlepas dari kekufuran, tapi perbuatan ini termasuk yang diharamkan, yaitu setara dengan ucapan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan dosanya lebih besar di sisi Allah dan kemurkaan Allah lebih besar daripada ucapan selamat terhadap peminum khamr, pembunuh, pezina atau lainnya, karena banyak orang yang tidak mantap agamanya terjerumus dalam hal ini dan tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.’ Demikian ungkapan beliau.
Haramnya mengucapkan selamat kepada kaum kuffar sehubungan dengan hari raya agama mereka, sebagaimana dipaparkan oleh Ibnul Qayyim, karena dalam hal ini terkandung pengakuan terhadap simbol-simbol kekufuran dan rela terhadap hal itu pada mereka walaupun tidak rela hal itu pada dirinya sendiri. Kendati demikian, seorang muslim diharamkan untuk rela terhadap simbol-simbol kekufuran atau mengucapkan selamat terhadap simbol-simbol tersebut atau lainnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak meridhainya, sebagaimana firmanNya.
“Artinya : Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” [Az-Zumar: 7]
Dalam ayat lain disebutkan,
“Artinya : Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu ” [Al-Ma'idah : 3]
.
Maka, mengucapkan selamat kepada mereka hukumnya haram, baik itu ikut serta dalam pelaksanaannya maupun tidak.
Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita, bahkan hari raya itu tidak diridhai Allah Swt, baik itu merupakan bid’ah atau memang ditetapkan dalam agama mereka. Namun sesungguhnya itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam, yaitu ketika Allah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk semua makhluk, Allah telah berfirman,
“Artinya : Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. ” [Ali Imran : 85)]
Haram hukumnya seorang muslim membalas ucapan selamat dari mereka, karena ini lebih besar dari mengucapkan selamat kepada mereka, karena berarti ikut serta dalam perayaan mereka.
Juga diharamkan bagi kaum muslimin untuk menyamai kaum kuffar dengan mengadakan pesta-pesta dalam perayaan tersebut atau saling bertukar hadiah, membagikan gula-gula, piring berisi makanan, meliburkan kerja dan sebagainya, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam bukunya Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim Mukhalafah Ashab al-Jahim menyebutkan, “Menyerupai mereka dalam sebagian hari raya mereka menyebabkan kesenangan pada hati mereka, padahal yang sebenarnya mereka dalam kebatilan, bahkan bisa jadi memberi makan pada mereka dalam kesempatan itu dan menaklukan kaum lemah.” Demikian ucapan beliau.
Barangsiapa melakukan di antara hal-hal tadi, maka ia berdosa, baik ia melakukannya sekedar basa-basi atau karena mencintai, karena malu atau sebab lainnya, karena ini merupakan penyepelean terhadap agama Allah dan bisa menyebabkan kuatnya jiwa kaum kuffar dan berbangganya mereka dengan agama mereka.
Hanya kepada Allah-lah kita memohon agar memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka, menganugerahi mereka keteguhan dan memenangkan mereka terhadap para musuh. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.
[Al-Majmu' Ats-Tsamin, Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 3]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Disusun oleh Khalid Al-Juraisy,Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]
walah walah……….ur ustad koq ga masuk akal banget sih bro…..hahaha, kate ustad gw, lo mau datang undangan natal org lain, datang aja….ngapain takut…..iman gw dah teruji! n’ islam bukan agama yg picik bro!
Woi..woi…Gusti Allah SWT menciptakan makhluk beragam tu buat saling menghormati & hidup berdampingan, bukan saling menghujat. Kalo masalah ngucapin “Selamat Hari Raya ….” aja ga mau, ga usah ajak2 deh. Masalah keimanan & keyakinan cuma Gusti Allah SWT yang bisa menilai. Jadi buat sobat2 dimanapun anda berada, “Selamat Merayakan Hari Raya dengan penuh kedamaian” Bravo….
jadi ajaran agama ustad itu hanya mengada-ada saja ya. hanya berdasarkan pikiran manusia. kalau begitu semua orang bisa berkomentar asal dia sudah jadi ustad ya?. karena apa yang ada dipikirannya bisa di keluarkan dan menghubung2kan dengan ayat dari kitabnya supaya banyak yang mengiyakan pendapatnya. yang dimana sebenarnya itu adalah pikiran dari dia saja yang picik. ustaddddd….ustadddddd… kasihan banget sih lu.
Met Natal dan Tahun Baru 2008
Sukses selalu
kenapa sih selalu hal-hal yang gk masuk akal gitu memecah negara ini semua berkaitan dengan paham-paham yang palsu cobalah berfikir yang realistis kembalilah kepada kebenaran yang multak apakah itu benar – benar suatu kebenaran kenapa tidak mencarinya seperti mencari harta yang berharga dan hanya menerima apa kata orang ?
Selamat Hari Raya & Selamat Menikah
Pernah dengar seorang Muslim menolak untuk mengucapkan Selamat Hari Raya ke rekannya yang beragama lain (selain Islam)? Mungkin sering, atau mungkin juga belum pernah dengar. Yang jelas pernyataan sikap itu ada. Alasannya? Mungkin karena dengan menguca…
[...] berhasil diperlihatkan oleh sejumlah teman2 muslim dalam menyikapi perbedaan antara kebolehan dan ketidakbolehan mengucapkan Selamat Natal terhadap teman non muslim (nasrani) nya. Jangankan sekedar memahami, [...]
ass,
mengingat hari natal yg berdekatan dengan hari raya Idul Adha,maka banyak sekali orang yang berpendapat untuk memberikan sesuatu untuk diqurbankan.Tetapi masih ada juga orang yang tidak memberikan sedekahnya,melainkan memberikan fitnahnya.Apakah memang ISLAM masih layak untuk disebut sebagai satu agama.Menurut saya anda layak di’Qurbankan…………..wasslam
thankx…
mg2 anda penulis bangsat diberi pelajaran oleh ALLAh…
Q nasrani…cb anda pkr bgmn kl anda di posisi kami n dpt tlsan kyk diatas!!bajingan..
mas razio… maap ya kalau dipikir2 lagi.. mengucapkan selamat natal ga boleh, tapi kalu selamat tok boleh… lha misalnya kalu saya mengucapkan selamat (natal.red) , terus teman saya bilang “selamat apa” ? saya harus jawab apa… ehm.. aku jadi bingung…
malah pas gusdur jadi presiden, dia juga mengucapkan selamt natal di televisi… mbok tolong tuh di beritau….
Mengutip
Allah berfirman dlm Al’Quran “Inna dinna ‘indallohil islam” bahwa sesungguhnya agama yang benar adalah agama islam. Maka dari itu jangan mencampur adukkan ajaran agama dengan kehidupan bersosial.
Dengan pengetahuan saya yang masih terbatas saya mau manambahkan dikit. Dalam Islam terdapat hablum minnallah (hub manusia dengan Tuhannya/ ALLAH) dan hablum minnanas (hub manusia dengan sesama) jelas bahwa hub dengan Allah lebih diutamakan. Mengucapkan selamat hari raya kepada umat lain jelas dilarang. Bagi yang mau mengucapkan silahkan dengan konsekuensi sendiri berurusan dengan Allah berdosa atau tidak saya tidak berhak men-judge.
pula pada ayat … lakum dinukum waliyadin … …agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku…, Yang menurut saya bisa diartikan keyakinanmu adalah hak dan tanggung jawabmu begitupula sebaliknya.
Menghargai umat lain tidak hanya dengan ucapan saja, tetapi bisa dilakukan dengan cara lain. Percuma juga kalo kita mengucapkan selamat, tetapi dalam hati terpendam rasa dengki, terpaksa dan lain-lain, bukankah itu membohongi umat lain dan diri sendiri dan dosanya saya kira lebih banyak.
Bagiku wajar-wajar saja, namanya juga kita manusia yang katanya sangat beradab, tentunya juga saya sebagai manusia yang beradab punya rasa respect terhadap manusia yang lainnya, tanpa pandang pilih kulit warna, bangsa, atau beda agama dan atau kepercayaan, kita ini adalah satu dalam bersahabat, dan perdamaian. jangankan terhadap manusia, terhadap hewan dan tumbuhanpun kita harus menghargainya.
Peace !
Kepada yang punya blog ini,
Terima kasih telah mengijinkan saya untuk nimbrung, blog dan isinya (artikel) bagus dan saya yakin ada manfaatnya. Selamat bekerja.
Terima kasih,
Nenendianti Gunadi
Hunstville, Canada
All….!!! Fanatisme hanyalah topeng…
Kalau pingin tau yan bener-bener n yang bener-bener salah, manding mati aj dulu… ntar pasti ketahuan dech,….,…. siapa yang bener n salah. trus balik lagi kebumi….. dari pada berdebat trus n g ada hasilnya. mending kita menikmati apa yang tlah Tuhan berikan kapada kita, jaga baik2, dan buatlah setiap orang tersenyum pada kita. klo rasio kalian pada jalan, pasti kalian pada tahu apa yang harus kalian perbuat. cayo….
nb: janganlah kalian saling bermusuhan…!!! GBU
“Kesalahan dan kekurangan hanya milik manusia
dan
Kesempurnaan hanya milik Allah”
Itu kata bunda Dorce….. wakakakakakakkakaka
tul… g..??????
[...] Postingan terdahulu tentang haramnya mengucapkan selamat natal dari muslim ke nasrani akan saya sambung lagi dengan beberapa fatwa untuk lebih [...]
Komentar telah ditutup
1 | ustad polygami
Desember 24, 2007 pada 9:19 am
halaahhhh…sapa bilang….ojo terlalu fanatik!!!
karena lo tau kan ajaran islam tuh sesat makana banyak ajaraan2 baru yg bertopeng islam di negeri lo ini…gw ustad asik2 ajah…poligamy malah….:p