Posted by: abuubaidah on: Juli 15, 2009
| Jakarta - Virus H1N1 atau dikenal dengan flu babi telah menyebar ke Indonesia dan menjadi momok masyarakat. Hingga hari ini, Departemen Kesehatan mencatat ada 64 orang yang tertular flu babi. Sebenarnya apa virus flu babi itu?
Berikut seputar pertanyaan dan jawaban perihal flu babi seperti dilansir situs Departemen Kesehatan, Senin (13/7/2009). Apa yang disebut dengan influenza baru H1N1? Influenza baru H1N1 merupakan influenza (flu) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H1N1 baru strain Meksiko. Virus ini tidak ada kaitannya dengan virus influenza musiman yang ada selama ini (seasonal influenza). Apa perbedaan influenza baru H1N1 dengan flu biasa dan flu burung? Influenza baru H1N1 cukup berbahaya, mudah menular, dan dapat menimbulkan kematian karena virus strain baru influenza H1N1 ini lebih berbahaya dibanding flu musiman seperti virus flu A H1N1, H2N1, H3N1, dan H3N2 yang biasa terdapat pada sesorang yang menderita flu musiman. Penyebaran flu baru H1N1 telah menyebar di 99 negara dengan 55.867 kasus yang dilaporkan dan 238 kematian, sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status kewaspadaan pandemi influenza baru A H1N1 dari fase 5 ke fase 6 yang merupakan fase tertinggi. Meskipun angka kematiannya (Case Fatality Rate/CFR) hanya sekitar 0,5%, namun flu baru H1N1 ini mudah menular. Sampai saat ini di Indonesia sudah dilaporkan ada 64 kasus positif flu H1N1. Sedangkan flu burung H5N1 juga sangat berbahaya karena mematikan. Angka kematiannya lebih dari 80 persen. Namun saat ini di Indonesia penularan flu burung H5N1 masih sebatas dari unggas ke manusia (fase 3). Sampai saat ini belum ada penularan flu burung H5N1 antarmanusia. Bagaimana seseorang dapat tertular influenza baru H1N1? Untuk mencegah terjadinya penularan, seorang yang menderita flu harus melakukan etika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, bila flu berat sebaiknya tinggal di rumah sementara waktu, cuci tangan setelah beraktivitas, dan menjaga jarak dengan orang yang sehat. Sebelumnya kita mengenal flu musiman biasa menyerang berbagai lapisan masyarakat. Banyak masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus flu musiman tersebut sehingga memungkinkan terbatasnya penyebaran infeksi. Namun kasus kematian akibat flu musiman di negara dengan 4 musim masih cukup tinggi (5%-15%). Sedangkan virus influenza baru A H1N1 merupakan virus strain baru (Meksiko) yang sebagian besar orang belum memiliki kekebalan atau mempunyai kekebalan yang lemah kemudian bisa lebih parah dibandingkan flu musiman. Tingkat keparahan penyakit ini mulai dari ringan sampai berat yang mengakibatkan kematian. Sebagian besar orang yang terjangkit virus tersebut mengalami sakit yang ringan dan dapat sembuh tanpa obat antiviral atau tanpa pelayanan medis. Pada kasus yang lebih parah, lebih dari separuh dirawat di rumah sakit akibat minimnya pelayanan medis, tidak tersedianya antiviral yang cukup dan sistem kekebalan yang lemah. 1. Biasakan cuci tangan memakai sabun dengan air bersih sesering mungkin. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan di sekitar Anda.
1. Hindari kontak dengan orang yang yang berasal atau baru bepergian dari negara terjangkit (lihat informasi negara yang terjangkit flu ini yang dikeluarkan oleh WHO). Departemen Kesehatan telah menetapkan langkah-langkah untuk mengatasi penyakit yang sudah merebak di 99 negara di dunia, dengan: 1. Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan serta mengirimkan Surat Edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus influenza H1N1 baru di Bali dan Jakarta.
|
| Sumber: Okezone |
Komentar Terbaru